Banyaknya destinasi wisata yang indah dan terkenal dan bisa anda kunjungi di negara lain, sebut saja contohnya : Korea Selatan, Jepang, New York, London, Singapura, Turki, Dubai, dan masih banyak negara lainnya. Mudahnya alat transportasi dan akses penunjang lainnya bisa membuat perjalanan ke sana menjadi lebih gampang. Tapi bagaimana jika selama berada di negara lain tersebut anda mengalami masalah seputar kewarganegaraan ? Ini sudah pasti akan menjadi tugas bagi seorang korps diplomatik untuk membantu anda mengatasi masalah soal hukum tersebut. 

Mengingat bahwa politik luar negeri Indonesia menganut sistem bebas aktif. Adapun makna dari “bebas”, yakni sebagai suatu bangsa, sudah jelas Indonesia boleh menjalin hubungan internasional dengan negara manapun, tetapi dengan syarat tidak boleh ikut intervensi dalam urusan negara lain. Sedangkan “aktif”, artinya adalah bahwa Indonesia harus secara aktif menjalin kerjasama dengan negara lain sebagai salah satu upaya menciptakan perdamaian dunia. Dan bisa membela negara yang kedaulatannya terancam, hanya atas dasar persamaan derajat bukan dengan tujuan untuk mengintervensi.

Membicarakan soal duta besar, pastinya tidak akan luput dari pembahasan soal luar negeri dan diplomatik dari suatu negara untuk kemudian ditugaskan ke negara lain. Adanya kantor kedutaan besar seperti ini akan sangat berguna bagi warga negara asal kedutaan itu berada, karena jika warga negara itu hendak bepergian ke negara lain, mereka membutuhkan adanya ‘perlindungan’ hukum di tempat tersebut. Dan adanya kantor duta besar tentunya sangat membantu untuk hal seperti itu.

Berdasarkan pada yang tertulis pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian tentang Duta Besar ialah perwakilan diplomatik tertinggi dari suatu negara yang secara hukum mewakili pemerintah dari negara asalnya tersebut untuk kemudian ditugaskan di negara lain. Adanya Duta Besar ini merupakan satu kesatuan dalam naungan lembaga dari Kantor Kedutaan Besar. 

Pengertian Tentang Duta Besar

Ditugaskannya Kedutaan Besar tersebut juga memiliki maksud dan tujuan untuk membentuk dan memperlancar hubungan diplomatik, khususnya dari negara asal dengan negara dimana Kedutaan Besar tersebut ditugaskan. Oleh karena itu, agar kedua belah negara bisa memiliki hubungan diplomatik, maka mereka harus sama-sama saling mengakui hubungan bilateral yang terjalin antar kedua negara. Dan dengan adanya hubungan diplomatik tersebut maka masing-masing negara bisa memenuhi kepentingan dari negaranya.

Tugas dan Wewenang Duta Besar

Sebagai salah satu kepanjangan tangan dari negara, inilah deretan tugas dan wewenang yang dimiliki oleh seorang Duta Besar.

1. Sebagai Perwakilan Negara

Sebagai perwakilan dari suatu negara, Duta Besar sudah jelas memiliki tugas untuk mewakili pemerintah dari negara asalnya terutama dalam menjalankan misi perdamaian, politik luar negeri, dan perdagangan bilateral. Selama menjalin hubungan internasional tersebut, Duta Besar diwajibkan untuk mengikuti segala macam acara resmi kenegaraan yang dilaksanakan untuk mempererat hubungan di antara kedua negara. Di samping itu, sebagai perwakilan negara, Duta Besar itu juga secara berkala memberikan laporan dan informasi terkait perkembangan dan kondisi terkini yang ada di negara tujuan.

2. Melindungi Kepentingan Negara

Seperti apa yang sudah tertulis di atas sebelumnya, bahwa salah satu tugas pasti yang dimiliki oleh Duta Besar adalah untuk melindungi kepentingan negara sekaligus warga negaranya ketika sedang berada di wilayah negara tujuan. Terutama jika terjadi masalah secara hukum dan kewarganegaraan, maka Duta Besar tersebut harus secara sigap memastikan keamanan dan memenuhi hak dari warga negara tersebut. Dalam hal ini, seorang Duta Besar dituntut untuk bisa membuat keputusan terbaik dan dampaknya bagi hubungan internasional. 

3. Negosiasi

Agar bisa turut berpartisipasi dalam hubungan internasional, Duta Besar juga harus memiliki keahlian dalam bidang negosiasi. Karena nantinya negosiasi tersebutlah yang bisa membawa jalan agar hubungan bilateral yang sudah terjalin menjadi lebih erat lagi. Biasanya masalah negosiasi ini berhubungan erat dengan aspek perdagangan dan politik internasional. Dengan begitu, maka akan dengan mudah untuk memperoleh keuntungan dalam berbagai bidang lainnya, agar apa yang menjadi daya tarik dari negara asal bisa dilihat oleh negara dimana kedutaan negara tersebut berada.

Hak Kekebalan Duta Besar

Karena dianggap sebagai salah satu pejabat tertinggi dari sebuah negara, Duta Besar juga memiliki hak kekebalan yang menjadi hak mereka, terutama selama menjalankan tugas mereka di negara tujuan. Adapun yang termasuk ke dalam hak kekebalan dari seorang Duta Besar, yaitu : Hak Imunitas (Diplomatic Immunity) dan Hak Ekstrateritorial (extra teritoriallity).  

Adapun yang menjadi hak imunitas seorang Duta Besar, yakni berdasarkan dengan apa yang tertulis di dalam Konvensi Wina tahun 1961, seluruh Diplomat beserta para staffnya, tidak harus tunduk pada hukum yang berlaku di negara penerima, baik secara perdata ataupun pidana. Dengan adanya hak imunitas ini, maka Duta Besar dan seluruh anggota keluarganya tidak dapat dituntut secara hukum atas segala bentuk kejahatan yang mungkin dilakukannya dan tidak bisa sembarangan di interogasi tanpa adanya persetujuan darinya. Para Duta Besar juga dibebaskan atas segala bentuk pajak (pajak penghasilan, kekayaan, rumah tangga, kendaraan, bumi dan bangunan) dan kewajiban kepabeanan (bebas bea cukai untuk barang milik pribadi, barang keperluan dalam misi negara, dan lain-lain).

Sedangkan untuk Hak Ekstrateritorial, yaitu hak yang diberikan kepada Duta Besar untuk dapat melindungi segala sesuatu yang berada di sekitarnya, termasuk gedung Duta Besar, rumah, lambang negara (bendera), surat menyurat, dan bangunan lainnya.

Tujuan diberlakukannya 2 hak kekebalan tersebut adalah untuk menjamin Duta Besar dapat melaksanakan tugas negara dengan baik, dan juga agar menjamin bahwa pelaksanaan fungsi perwakilan negara sudah dilaksanakan secara efisien.

Kantor Duta Besar Indonesia Yang Tersebar di Beberapa Negara

Perwakilan Kantor Duta Besar Indonesia di Cape Town (Benua Afrika)

Kantor Duta Besar Indonesia yang berada di Cape Town mulai berdiri sekitar 15 September 1994, yang membawahi 4 wilayah provinsi, yaitu : Eastern Cape, Free State, Northern Cape, dan Western Cape. Adapun yang menjabat sebagai Duta Besar di Cape Town, yakni Mohamad Siradj Parwito (2020-sekarang). Kantor Duta Besar ini beralamat di 14 Rosmeed Ave, Kenliworth 7708, Cape Town, Afrika Selatan.

Perwakilan Kantor Duta Besar Indonesia di New York (Benua Amerika)

Kantor yang berlokasi di 5 East 68th Street New York, Amerika Serikat ini dulunya berlokasi di Rockeffeler Center pada tahun 1951, namun mulai mengalami pemindahan lokasi pada Mei 1965. WIlayah kerja yang masuk ke dalam Kedutaan Besar Indonesia di New York yakni melingkupi 15 negara bagian, seperti : Connecticut, Delaware, Maine, Maryland, Massachusetts, New Hampshire, New Jersey, New York, North California, Pennsylvania, Rhode Island, South Caroline, Vermont, Virginia, dan Virginia Barat. Yang sekarang menjabat di Kantor Kedutaan Besar tersebut adalah Arifi Saiman (2019-sekarang).

Perwakilan Kantor Duta Besar Indonesia di Korea Selatan (Benua Asia)

Awal mula terjalinnya hubungan bilateral antara Indonesia dengan Korea Selatan adalah pada tahun 1973, yang dijabat oleh Bapak Leonardus Benyamin Moerdani, namun pada tahun 2021 kemarin, telah dilantik seorang Duta Besar baru yakni Bapak Gandi Sulistiyanto Soeherman. Kantor kedutaan ini beralamat di 380 Youidobangro, Yeodeungpo-gu, Seoul 150895, Repulic of Korea.